,

10 Ayat Alkitab tentang Jodoh Sebagai Masa Depan

10Ayatcom
13 Okt 2021, 16:45 WIB Last Updated 2021-10-13T09:45:00Z

Apakah Anda sedang khawatir akan jodoh Anda? Mungkin Anda mulai memikirkan tentang jodoh karena keluarga dan kerabat Anda mulai mempertanyakannya, mungkin juga karena usia Anda yang menurut tradisi keluarga sudah sangat cukup untuk menikah, atau bahkan bisa jadi karena Anda sendiri yang merasa tidak percaya diri dengan diri Anda, sehingga muncul kekhawatiran akan jodoh. Banyak sekali faktor yang menyebabkan manusia mulai khawatir dengan jodohnya.

Namun, apapun itu alasannya, janganlah kita menikah hanya karena situasi yang menuntut kita. Jangan terburu-buru menikah karena teman-teman sebaya telah menikah atau karena desakan keluarga. Setiap orang memiliki waktu kesiapan masing-masing. Dan Allah memiliki jalan berbeda untuk setiap orang. Mungkin Ia ingin saat ini kita fokus pada pekerjaan atau studi. Atau mungkin karena Dia ingin kita lebih dewasa terlebih dahulu. Tapi percayalah bahwa Dia memiliki rencana yang indah untuk kita. Dan di sini akan dirangkum ayat Alkitab tentang jodoh, berikut uraiannya:
 

Kejadian 2:23-25 
Lalu berkatalah manusia itu: ”Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
 

Kejadian 2:18 
Tuhan Allah berfirman: ”Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
 

2 Korintus 6:14 
Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
 

Markus 10:6-9 
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
 

Matius 19:5-6 
Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
 

Efesus 5:22-24 
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
 

Efesus 5:25-27 
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
 

1 Korintus 11:11-12 
Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan. Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.
 

1 Korintus 7:4-5 
Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.
 

Matius 19:11-12 
Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: ”Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”