,

10 Perumpamaan Alkitab Mengajarkan Kebaikan kepada Anak

10Ayatcom
18 Jul 2021, 13:11 WIB Last Updated 2021-07-18T06:58:09Z


Mendekatkan anak dengan cerita Alkitab dapat meningkatkan nilai dan spiritualitas mereka. Agar hal ini terjadi, pilihan yang baik bagi orang tua Kristen adalah dengan membacakan perumpamaan bersama mereka – kisah-kisah yang diceritakan oleh Yesus, yang selalu membawa ajaran, dan juga memiliki fungsi pendidikan di luar sifat religius.


Mereka mirip dengan dongeng dan dapat mengajarkan anak-anak beberapa kebajikan. Jika digunakan dengan cara yang menyenangkan, mereka menjadi alat yang efektif dalam misi ini, dan pelajaran moral mereka dapat dialami oleh seluruh keluarga setiap hari.


Ide sederhana, tetapi berhasil, adalah menggabungkan kebiasaan membaca dengan kegiatan lain. Dalam pengertian ini, semuanya valid, termasuk menyarankan gambar yang mengaitkan pesan yang disampaikan atau bahkan refleksi pada subjek setelah perayaan. Setelah pelajaran dipelajari, anak cenderung berlatih di tempat lain, seperti di sekolah dengan teman-temannya.


Kebiasaan membaca Alkitab sebagai sebuah keluarga dapat mengubah lingkungan dan berkontribusi pada pilihan yang dapat diambil anak-anak Anda di masa depan. Mulailah dengan membaca perumpamaan “Orang Samaria yang Baik Hati”, yang akan mengajarkan pengertian tentang kasih dan kepedulian terhadap orang lain, sebuah perintah yang merangkum semua yang lain. Itu dapat dibaca dan dibagikan kepada anak-anak Anda sebelum doa keluarga atau bahkan sebelum tidur.


Orang tua yang religius perlu menjadi saksi bagi anak-anaknya terlebih dahulu. “Firman Tuhan itu hidup dan dinamis, jadi orang tua harus terlebih dahulu menghayatinya dan menjadi saksi bagi anak-anak. Alkitab tidak dapat dilihat hanya sebagai pedoman untuk mengajar seseorang. Itu perlu dihidupi,” katanya. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 22:6: “Ajarlah seorang anak di jalan yang harus ditempuhnya, bahkan ia yang sudah tua tidak akan menyimpang darinya”.


Jika membaca Alkitab sebagai sebuah keluarga adalah kebiasaan tradisional di rumah Anda, untuk membantu membesarkan anak-anak Anda, maka kami menyarankan 10 perumpamaan:


1.Pelita (Lukas 8.16-18)

Dalam kisah ini, pelita digunakan oleh Yesus untuk menunjukkan pentingnya menerangi dan dilihat, selain menulari orang lain, kabar baik bukan untuk dibungkam atau disembunyikan, tetapi untuk diketahui. Dia yang menyambut kabar baik belajar untuk bertindak sesuai dengan visi dan tindakan Yesus.


2.Orang Samaria yang Baik Hati (Lukas 10.29-35)

Ini mungkin perumpamaan yang paling terkenal dalam Alkitab. Kisah orang Samaria yang baik hati dapat mengajarkan pengertian tentang kasih terhadap sesama, sebuah perintah yang merangkum semua yang lain. Itu membawa jawaban tentang bagaimana mewarisi hidup yang kekal. Diabaikan oleh seorang imam dan seorang Lewi setelah dipukuli, seorang pria hanya dihadiri oleh seorang Samaria yang merupakan satu-satunya yang bertindak penuh kasih pada waktu itu dan menyembuhkan luka-lukanya.


3.Anak yang Hilang (Lukas 15:11-32)

Sangat membantu untuk membimbing tentang pertobatan dan pengampunan. Anak yang bertobat kembali ke rumah ayahnya setelah menyia-nyiakan barang yang diklaimnya. Meski begitu, sang ayah menyambutnya dengan tangan terbuka, menawarkannya sebuah pesta. Gunakan bacaan ini untuk menasihati anak-anak Anda untuk selalu memaafkan.


4. Ilalang dan gandum (Matius 13:24-30)

Hal-hal buruk selalu muncul di tengah-tengah yang baik, terutama dalam kehidupan sehari-hari keluarga. Dalam perumpamaan ini Yesus membuat perbedaan antara sekam dan gandum, mengingat bahwa akan selalu ada kejahatan yang ingin merusak perbuatan baik. Yesus menghubungkan kerajaan surga dengan ladang di mana seseorang menabur benih yang baik.


5.Domba yang Hilang (Lukas 15:4-7)

Ini adalah salah satu yang paling banyak diceritakan, baik dalam denominasi Kristen mana pun. Itu dapat dipraktekkan dengan cara yang sederhana: menyambut mereka yang dihina, bahkan mengganggu kita dan melakukan kejahatan, juga layak mendapatkan belas kasih. Pada titik inilah orang Kristen menjadi "gereja".


6. Para pelayan (Lukas 17:7-10)

Anda dapat membantu anak Anda memahami lebih banyak tentang panggilan mereka. Membuat komitmen tanpa menunggu imbalan di akhir adalah pesan yang disampaikan dalam perumpamaan ini. Yesus merenungkan “pelayanan” untuk kerajaan Allah, yang juga berfungsi untuk membimbing keputusan-keputusan-Nya yang lain dalam hidup.


7.Biji sesawi (Lukas 13:18-19)

Dalam perumpamaan ini seperti dalam perumpamaan lainnya, Yesus menggambarkan fakta dengan baik dan selalu membuat perbandingan, apakah memberitahu orang banyak atau murid-muridnya. Untuk berbicara tentang kerendahan hati dan dampak dari memulai dari yang kecil dan mencapai tujuan Anda, dia menyamakan kerajaan surga dengan biji sesawi.


8. Penabur (Lukas 8.5-8)

Dia membandingkan benih yang dilemparkan ke tiga jenis medan: di bebatuan dan duri dan di tanah yang baik untuk mengajarkan arti sebuah perumpamaan. Yang terakhir, benih itu jatuh dan menghasilkan panen yang baik. Dalam bacaan ini, Anda akan dapat mengajari anak Anda bahwa benih adalah perumpamaan (Firman Tuhan) dan perlu memiliki hati yang murah hati dan menyimpannya di dalam hati agar mulai berbuah.


9. Bakat (Lukas 19:12-27)

Ini mengajarkan pengertian tanggung jawab. Yesus menceritakan kisah seorang pria yang mempercayakan hartanya kepada hamba-hambanya. Dengan itu, Anda akan menjelaskan kepada anak Anda bahwa masing-masing menerima hadiah dan kesempatan dan perlu bertindak secara bertanggung jawab dalam menghadapi jumlah atau bakat yang diterima.


10. Harta Tersembunyi (Matius 13:44)

Kerajaan surga dibandingkan oleh Yesus dengan harta terpendam, sangat sulit ditemukan tetapi sangat berharga. Siapa pun yang menemukannya harus menyimpannya di dalam hati mereka.